PENDAMPINGAN PRINTMAKING ECOPRINT BERBASIS PEWARNA ALAMI BAGI PENDIDIK PRATAMA WIDYALAYA KONDHO BUMI SEYAGAN

Seyegan, 7 Juni 2026 — Upaya penguatan keterampilan seni berbasis lingkungan dilakukan melalui kegiatan “Pendampingan Printmaking Ecoprint Berbasis Pewarna Alami bagi Pendidik Pratama Widyalaya Kondho Bumi Seyagan.” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pendidik dalam mengembangkan karya seni tekstil dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.

Kegiatan pendampingan melibatkan Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, Dr. Made Aditya Abhi Ganika, dan Tri Yuliana sebagai tim pelaksana. Para pendidik Pratama Widyalaya Kondho Bumi Seyagan mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif, mulai dari pengenalan teknik ecoprint, pemilihan material tumbuhan, penyusunan daun pada kain, proses rolling dan pengikatan, hingga pengukusan dan pembukaan kain untuk melihat hasil cetakan. Dalam praktiknya, peserta memanfaatkan berbagai jenis daun dan material tumbuhan yang dapat menghasilkan bentuk, tekstur, serta warna alami pada kain. Material tumbuhan disusun secara kreatif untuk membentuk komposisi visual, kemudian kain digulung dan diikat dengan teknik tertentu sebelum melalui proses pengukusan. Tahapan tersebut memungkinkan pigmen alami dari tumbuhan berpindah ke serat kain dan menghasilkan motif yang memiliki karakter organik. Pendampingan tidak hanya menekankan pada penguasaan teknik, tetapi juga mendorong peserta untuk melakukan eksplorasi terhadap potensi bahan alam yang tersedia di lingkungan sekitar. Setiap jenis daun memiliki karakter yang berbeda sehingga menghasilkan variasi warna, bentuk, dan tingkat ketajaman motif. Kondisi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran dan eksplorasi kreatif dalam menghasilkan karya ecoprint. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta mampu menghasilkan karya tekstil dengan beragam motif dan warna alami. Karya yang dihasilkan memperlihatkan bentuk daun, tulang daun, tekstur, serta karakter alami material yang digunakan. Variasi hasil tersebut menunjukkan adanya proses eksplorasi dan kreativitas peserta dalam mengembangkan komposisi visual pada kain. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan pembelajaran seni yang lebih dekat dengan lingkungan. Pemanfaatan material tumbuhan sebagai sumber penciptaan karya memberikan pengalaman kepada pendidik untuk mengintegrasikan aspek seni, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam proses pembelajaran. Melalui pendampingan tersebut, diharapkan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran di Pratama Widyalaya Kondho Bumi Seyagan. Teknik ecoprint juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk seni dan kerajinan berbasis bahan alami. Kegiatan ditutup dengan evaluasi dan apresiasi terhadap hasil karya peserta. Dokumentasi hasil karya menunjukkan antusiasme peserta sekaligus menjadi bukti capaian kegiatan pengabdian. Ke depan, pengembangan variasi teknik, eksplorasi pewarna alami, dan pemanfaatan hasil ecoprint sebagai media pembelajaran menjadi bagian dari peluang keberlanjutan program.