Dari Kelas Ke Instagram: Saat Tugas Kelas Berubah Menjadi Mini Pameran Digital

Penugasan pembelajaran tidak hanya selalu harus berakhir pada pengumpulan karya. Melalui kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 3 Kasihan, mahasiswa praktik kependidikan mengembangkan penugasan pembuatan office stationery kit menjadi sebuah mini pameran digital melalui Instagram. Kegiatan yang dilaksanakan di kelas XI DKV 1 pada Jumat. 28 Agustus 2026 ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya berkarya, tetapi juga menampilkan dan mengapresiasi hasil karyanya dalam ruang digital. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan kreativitas, partisipasi, dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan media digital.
Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan tugas untuk membuat minimal empat jenis office stationery kit dengan mengembangkan gagasan, desain, warna, dan bentuk sesuai brand usaha masing-masing yang sudah ditentukan pada pertemuan sebelumnya. Siswa diberikan ruang untuk mencoba berbagai kemungkinan dalam menghasilkan karya sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada pengalaman berkarya. Selain pengumpulan tugas di Google Drive, setiap siswa juga mendokumentasikan hasil karyanya dan mengunggahnya melalui Instagram Story dengan menandai akun mahasiswa praktik kependidikan sebagai pengajar. Karya-karya tersebut kemudian dihimpun dan ditampilkan melalui fitur Highlight Instagram sebagai mini pameran digital. Dengan demikian, media sosial dimanfaatkan bukan sekadar sebagai tempat mengumpulkan dokumentasi, tetapi sebagai ruang untuk memperlihatkan karya dan memberikan pengalaman apresiasi kepada siswa.
Konsep mini pameran digital memberikan pengalaman yang berbeda dari penugasan biasa. Karya yang telah dibuat memiliki ruang untuk dilihat, sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk menunjukkan hasil proses kreatifnya kepada orang lain. Kehadiran karya dalam ruang pamer digital juga mendorong siswa untuk lebih memperhatikan proses dan kualitas karya yang dihasilkan. Selain itu, kegiatan ini membiasakan siswa untuk menghargai karya sendiri maupun karya teman melalui pengalaman melihat beragam gagasan dan hasil visual. Hal tersebut mendukung SDG 4 melalui pembelajaran yang mendorong kreativitas, partisipasi aktif, ekspresi diri, serta pemanfaatan media digital dalam proses pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penugasan dalam pembelajaran tidak hanya dipandang sebagai kewajiban untuk menghasilkan nilai, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkarya dan memperoleh apresiasi. Mini pameran digital diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam membangun budaya berkarya di lingkungan sekolah, sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa bahwa setiap karya memiliki ruang untuk ditampilkan, dilihat, dan dihargai. Lebih dari itu, pemanfaatan ruang digital diharapkan dapat membuat pengalaman belajar tetap hadir dan dibicarakan di luar kelas dalam suasana yang menyenangkan, sehingga interaksi siswa dengan pembelajaran tidak berhenti ketika kegiatan di kelas selesai. Karya yang dipamerkan dapat menjadi pemantik percakapan, apresiasi, dan rasa bangga terhadap proses belajar yang telah mereka lakukan.
Kontributor: Arifin Tegar Fahrido